Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Khutbah Jum'at Singkat Dan Padat | Jauhi Dosa-Dosa Besar

Khutbah Jum'at Singkat Dan Padat | Jauhi Dosa-Dosa Besar - Berikut di halaman ini telah kami sajikan rujukan teks khutbah jum'at berjudul perihal jauhi dosa-dosa besar yang mana artikel ini sangat penting untuk kita pelajari mengingat sangat pentingnya isi dari rujukan teks khutbah ini , oleh kaarena itu akan sangat bijak kalau dalam khutbah seorang khotib membawakan judul atau membahas hal-hal yang penting untuk masyarakat menyerupai menjelskan dosa-dosa besar , untuk rujukan teksnya mampu di simak di bawah ini.


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ؛ أَحْمَدُهُ بِمَحَامِدِهِ الَّتِيْ هُوَ لَهَا أَهْلٌ، وَأُثْنِي عَلَيْهِ الخَيْرَ كُلَّهُ، لَا أُحْصِي ثَنَاءَ عَلَيْهِ هُوَ كَمَا أَثْنَى عَلَى نَفْسِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ؛ إِلَهُ الْأَوَّلِيْنَ وَالآخِرِيْنَ وَقُيُوْمُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ؛ بَلَّغَ الرِسَالَةَ وَأَدَّى الأَمَانَةَ وَنَصَحَ الْأُمَّةَ وَجَاهَدَ فِي اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ حَتَّى أَتَاهُ اليَقِيْنُ , فَمَا تَرَكَ خَيْرًا إِلَّا دَلَّ الْأُمَّةَ عَلَيْهِ، وَلَا شَرًّا إِلَّا حَذَّرَهَا مِنْهُ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ .

أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ:

اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ فِي السِّرِّ وَالعَلَانِيَةِ وَالغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَيَرَاهُ.

Ibadallah ,

Tuhan allah swt menberitahukan bahwa dengan menjauhi dosa-dosa besar akan menerima ampunan dari Tuhan dan masuk surga-Nya. Tuhan ‘sebagaimana allah berfirman dalam surat annisa:

إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا

Artinya : “Jika kau menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang kau dilarang mengerjakannya , niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami akan masukkan kau ke daerah yang mulia (surga).” (QS. an-Nisa`/4:31).

Ini di antara karunia Tuhan ‘Azza wa Jalla dan kebaikan-Nya kepada hamba-hamba-Nya , orang-orang yang beriman kepadanya. Tuhan ‘Azza wa Jalla menjanjikan kepada mereka , kalau mereka menjauhi dosa-dosa besar yang dilarang , Dia akan menghapus seluruh dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan , dan Dia allah swt akan memasukkan mereka ke daerah yang mulia di sisinya , yang banyak kebaikannya , yaitu surga yang meliputi perkara-perkara yang tidak pernah dilihat oleh mata , tidak pernah didengar oleh indera pendengaran , dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia. Termasuk menjauhi dosa-dosa besar ialah melaksanakan kewajiban yang meninggalkannya merupakan dosa besar. Seperti shalat lima kali (sehari semalam) , shalat Jumat , dan puasa Ramadhan. Sebagaimana rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Artinya : Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , dia bersabda: “Shalat (wajib) yang lima , (shalat) Jumat satu hingga (shalat) Jumat lainnya , puasa Ramadhan satu hingga puasa Ramadhan lainnya , menghapus (dosa-dosa) yang ada di antara semuanya , kalau pelakunya menjauhi dosa-dosa besar”. (HR Muslim dan lain-lain).

Hadirin Ahli Jum'at Yang Di muliakan Allah

Penggabungan kaba-ir (dosa-dosa besar) dengan apa yang kau dilarang darinya , menyampaikan bahwa perkara-perkara yang dilarang ada dua episode , (yaitu): kaba-ir (dosa-dosa besar) dan yang di bawahnya , yang disebut shagha-ir (dosa-dosa kecil); keduanya disebut dengan jalan berhadapan. Di sini disebut dengan sayyi-at (dosa-dosa kecil). Dan Tuhan menjanjikan akan menghapus dosa-dosa kecil bagi orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar. Tuhan ‘Azza wa Jalla juga berfirman dalam surat an-Najm ayat ke-32:

الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ

Artinya : “(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari lamam (kesalahan-kesalahan kecil).”

Tuhan ‘Azza wa Jalla menamakan dosa-dosa besar dengan fawahisy (dosa-dosa yang keji) dan menamakan lawannya dengan lamam (kesalahan-kesalahan kecil). Dengan ini menjadi pasti bahwa kemaksiatan-kemaksiatan itu di sisi Tuhan ‘Azza wa Jalla ada dua bagian: kemaksiatan-kemaksiatan yang besar lagi keji , dan kemaksiatan-kemaksiatan yang di bawahnya , orang mukmin sering melakukannya.

Hadirin Ahli Jum'at Yang Di muliakan Allah

Ayat di atas memberitakan kabar bangga bagi orang mukmin yang menjauhi dosa-dosa besar , maka dosa-dosa kecilnya akan diampuni oleh Tuhan ‘Azza wa Jalla. Demikian juga hadits di atas mensyaratkan terhapusnya dosa-dosa dengan banyak sekali amalan shalih ialah dengan menjauhi dosa-dosa besar. Dari sini maka sangat penting bagi kita mengetahui pengertian dosa besar untuk dijauhi.

Dosa besar bahasa Arabnya ialah kabirah , dan jama’nya kaba-ir. Ulama berbeda pendapat perihal dosa-dosa besar ini. Ada yang mengatakan jumlahnya tujuh , sebagian mengatakan jumlahnya tujuh puluh , yang lain mengatakan semua maksiat merupakan dosa besar.

Semua pendapat di atas tidak benar. Dosa besar tidak diketahui dengan batasan jumlah sebab tidak ada nash padanya. Dan tidaklah semua maksiat itu dosa besar , sebab Tuhan Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya membedakan maksiat , ada yang merupakan dosa besar dan ada yang bukan.

Ada dua definisi terbaik yang disebutkan ulama perihal dosa besar.

Pertama: Dosa besar ialah dosa yang padanya terdapat had (hukuman syariat) di dunia , atau bahaya neraka atau kemurkaan Tuhan Subhanahu wa Ta’ala. Ini pendapat yang terkenal dari Imam Ahmad rahimahullah dan Ulama lainnya. Syaikhul- Islam rahimahullah menambahkan bahwa termasuk dosa besar ialah dosa yang keimanan ditiadakan darinya , atau terdapat perkataan “bukan dari kami”.

Kedua: Dosa besar ialah kemaksiatan yang merusak (melanggar) salah satu dari lima tujuan syariat yang agung. Ini ialah pendapat al-‘Izz bin Abdis-Salam rahimahullah dan Ulama lainnya. Lima tujuan syariat yang agung yaitu: menjaga agama Islam , menjaga nyawa , menjaga logika , menjaga nasab , dan menjaga harta.

Kedua pendapat ini berdekatan maknanya. Karena dosa yang merusak salah satu dari lima tujuan syariat , maka ada had (hukuman syara’) padanya.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah berkata , “Definisi dosa besar yang terbaik adalah: dosa yang ada had (hukuman tertentu dari agama) di dunia , atau bahaya di darul abadi , atau penghapusan kepercayaan , atau menerima laknat atau kemurkaan (Allah) padanya”.

Dosa yang ada had (hukuman syariat) di dunia ialah menyerupai syirik , sihir , mencuri , zina , minum khamr , dan lainnya. Adapun dosa yang ada bahaya neraka ialah menyerupai membunuh , berkhianat , memakan harta insan dengan batil , dan memakan harta anak yatim dengan batil.

Tuhan ‘Azza wa Jalla berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَىٰ ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَارًا ۖ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًا

“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim , bergotong-royong mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (QS. an-Nisa`/4:10).

Dosa yang keimanan ditiadakan darinya ialah menyerupai sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ قِيلَ وَمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الَّذِي لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَايِقَهُ

“Demi Tuhan , dia tidak beriman; demi Tuhan , dia tidak beriman; demi Tuhan , dia tidak beriman!” Beliau ditanya , “Siapa dia , wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ?” Beliau menjawab , “Orang yang tetangganya tidak merasa aman terhadap keburukan-keburukannya”. (HR Bukhari).

Sedangkan dosa yang ada perkataan “bukan dari kami” ialah menyerupai sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ حَمَلَ عَلَيْنَا السِّلاَحَ فَلَيْسَ مِنَّا وَمَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا

“Barangsiapa mengangkat senjata terhadap kami , maka dia bukan dari kami; dan barangsiapa berbuat curang terhadap kami , maka dia bukan dari kami.” (HR Muslim).

Juga sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُودَ وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ

“Bukan dari kami orang yang menampar pipi , merobek belahan/kantong (baju) , dan berteriak dengan teriakan jahiliyah.” (HR. Bukhari).

نَسْأَلُ اللهَ جَلَّ وَعَلَا بِأَسْمَائِهِ الْحُسْنَى وَصِفَاتِهِ العُلَا أَنْ يُبَارِكَ لَنَا أَجْمَعِيْنَ فِي أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّاتِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَأَمْوَالِنَا وَأَنْ يَجْعَلَنَا مُبَارَكِيْنَ أَيْنَمَا كُنَّا، وَأَنْ يُعِيْذَنَا سُبْحَانَهُ مِنْ أَسْبَابِ مُحِقِ البَرَكَةِ إِنَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى سَمِيْعُ الدُّعَاءِ وَهُوَ أَهْلُ الرَجَاءِ وَهُوَ حَسْبُنَا وَنِعْمَ الوَكِيْلِ.

Khutbah Kedua:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَظِيْمِ الإِحْسَانِ وَاسِعِ الفَضْلِ وَالجُوْدِ وَالْاِمْتِنَانِ , وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ؛ صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ عِبَادَ اللهِ:

اِتَّقُوْا اللهَ فَإِنَّ مَنِ اتَّقَى اللهَ وَقَاهُ وَأَرْشَدَهُ إِلَى خَيْرٍ أُمُوْرٍ دِيْنِهِ وَدُنْيَاهُ.

Hadirin Ahli Jum'at Yang Di muliakan Allah


Dengan sedikit penjelasan ini , kita mengetahui pentingnya memahami jenis-jenis dosa besar biar kita mampu menjahuinya. Berapa banyak orang terjerumus di dalam dosa besar sebab ketidaktahuannya , atau sebab mengikuti hawa nafsu yang mencelakannya.

Hanya Tuhan Tempat memohon pertolongan.

وَصَلُّوْا وَسَلِّمُوْا رَعَاكُمُ اللهُ عَلَى مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ كَمَا أَمَرَكُمُ اللهُ بِذَلِكَ فِي كِتَابِهِ فَقَالَ: ﴿ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً ﴾ [الأحزاب:٥٦] ، وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (( مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا)) .

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَلْأَئِمَّةَ المَهْدِيِيْنَ؛ أَبِيْ بَكْرِ الصِّدِّيْقِ، وَعُمَرَ الفَارُوْقِ، وَعُثْمَانَ ذِيْ النُوْرَيْنِ، وَأَبِيْ الحَسَنَيْنِ عَلِيٍّ , وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِمَنِّكَ وَكَرَمِكَ وَإِحْسَانِكَ يَا أَكْرَمَ الأَكْرَمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالمُسْلِمِيْنَ , وَأَذِلَّ الشِرْكَ وَالمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنَ، وَاحْمِ حَوْزَةَ الدِّيْنَ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ آمِنَّا فِي أَوْطَانِنَا وَأصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِيْمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ وَفِّقْ وَلِيَّ أَمْرِنَا لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، اَللَّهُمَّ اجْعَلْ وَلِيَّ أَمْرِنَا مُبَارَكاً يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ، اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُ فِي أَعْمَالِهِ وَأَقْوَالِهِ وَآرَائِهِ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ. اَللَّهُمَّ وَفِّقْ جَمِيْعَ وُلَاةَ أَمْرِ المُسْلِمِيْنَ لِلْعَمَلِ بِكِتَابِكَ وَاتِّبَاعِ سُنَّةِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَأَخْرِجْنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ، وَبَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَاتِنَا وَأَمْوَالِنَا وَأَوْقَاتِنَا وَاجْعَلْنَا مُبَارَكِيْنَ أَيْنَمَا كُنَّا.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُبَنَا كُلَّهُ دِقَّهُ وَجِلَّهُ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ سِرَّهُ وَعَلَنَهُ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا مَا قَدَّمْنَا وَمَا أَخَّرْنَا وَمَا أَسْرَرْنَا وَمَا أَعْلَنَّا وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنَّا أَنْتَ المُقَدَّمُ وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ.

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا، اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَارًا. اَللَّهُمَّ اسْقِنَا وَأَغِثْنَا , اَللَّهُمَّ اسْقِنَا وَأَغِثْنَا , اَللَّهُمَّ اسْقِنَا وَأَغِثْنَا , اَللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثاً مُغِيْثًا هَنِيْئاً مَرِيْئًا سَحّاً طَبَقًا نَافِعاً غَيْرَ ضَارٍ عَاجِلاً غَيْرَ آجِلٍ , اَللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ وَأَخْرِجْ لَنَا يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ , اَللَّهُمَّ اسْقِنَا الغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ القَانِطِيْنَ , اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا , اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا , اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا. اَللَّهُمَّ أَعْطِنَا وَلَا تَحْرِمْنَا اَللَّهُمَّ زِدْنَا وَلَا تَنْقُصْنَا، اَللَّهُمَّ آثِرْنَا وَلَا تُؤْثِرْ عَلَيْنَا. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ وَنَتَوَجَّهَ إِلَيْكَ بِأَسْمَائِكَ الحُسْنَى وَصِفَاتِكَ العُلْيَا وَبِأَنَّكَ أَنْتَ اللهُ الَّذِيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ يَا مَنْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءِ رَحْمَةً وَعِلْمًا أَنْ تَسْقِيْنَا الغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ القَانِطِيْنَ , اَللَّهُمَّ اسْقِنَا وَأَغِثْنَا , اَللَّهُمَّ اسْقِنَا وَأَغِثْنَا , اَللَّهُمَّ اسْقِنَا وَأَغِثْنَا , اَللَّهُمَّ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ أَنْزِلْ غَيْثاً مُغِيْثًا هَنِيْئاً مَرِيْئًا سَحّاً طَبَقًا نَافِعاً غَيْرَ ضَارٍ , اَللَّهُمَّ أَغِثْ قُلُوْبَنَا بِالإِيْمَانِ وَدِيَارَنَا بِالمَطَرِ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ.

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ , وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارِكْ وَأَنْعِمْ نَبِيَّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Alhamdulillah pada kesempatan ini kami mampu menyajikan khutbah jum'at yang mana pada halaman sebelumnya kami hanya membahas seputar perihal doa-doa dan tata cara menyerupai tata cara tayamum semoga semua yang kami bahas ini mampu menambah wawasan bagi sahabat semua.

Itulah yang di antara rujukan Khutbah Jum'at Singkat Dan Padat | Jauhi Dosa-Dosa Besar mudah-mudahan membantu bagi sahabat semua yang sedang mencari untuk di jadikan reperensi impian terpenting dari kami semoga bermanfaat.

Contoh Khutbah Kedua Untuk Setiap Khutbah Juma'at

Contoh Khutbah Kedua Untuk Setiap Khutbah Juma'at - Di Halaman ini kami akan menyajikan khutbah kedua untuk setiap khutbah jumat yang mana telah kita ketahui bersama bahwa pada setiap khutbah ada yang di namakan khutbah pertama dan khutbah kedua yang mana untuk khutbah kedua akan kami sajikan di bawah ini.

Rukun Khutbah


1- Mengucapkan Alhamdulillah , dengan bentuk ucapan apa pun yang mengandung kebanggaan pada Allah.

2- Bershalawat pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan ucapan apa pun yang memperlihatkan shalawat.

Di sini dipersyaratkan nama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam disebut secara terang , menyerupai menyebut dengan Nabi , Rasul atau Muhammad. Tidak cukup dengan dhomir (kata ganti) saja.

3- Wasiat takwa dengan bentuk lafazh apa pun.

Ketiga rukun di atas yakni rukun dari dua khutbah baik khutbah yang pertama atau yang kedua. Kedua barulah sah jikalau ada ketiga hal di atas.

4- Membaca salah satu ayat dari Al Alquran pada salah satu dari dua khutbah.

Ayat yang dibaca haruslah terang , tidak cukup dengan hanya membaca ayat yang terdapat abjad muqotho’ah (seperti alif laa mim) yang terdapat dalam awal surat.

5- Berdoa kepada kaum mukminin pada khutbah kedua dengan doa-doa yang sudah ma’ruf.

Contoh Khutbah Kedua Untuk Setiap Khutbah Juma'at

Contoh Khutbah Kedua Untuk Setiap Khutbah Jum'at


اَلْحَمْدُ لله حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَ كَفَرَ. وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ وَ حَبِيْبُهُ وَ خَلِيْلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله اِتَّقُوْا الله وَ اعْلَمُوْا اَنَّ الله يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُوْرِ وَ يَكْرَهُ سَفَاسِفَهَا يُحِبُّ مِنْ عِبَادِهِ اَنْ يَّكُوْنُوْا فِى تَكْمِيْلِ اِسْلَامِهِ وَ اِيْمَانِهِ وَ اِنَّهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفَاسِقِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى اَلِ اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللَّهُمَّ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْلَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبَنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا. رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ الله! اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَ اللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ .

Itulah Sedikit ulasan perihal contoh khutbah kedua mudah-mudahan apa yang kami sajikan ini membantu bagi yang sedang mencarinya dan biar bermanfaat.

Contoh Teks Khutbah Jum'at Pilihan | Membangun Jiwa Dengan Iming-Iming dunia

Contoh Teks Khutbah Jum'at Pilihan | Membangun Jiwa Dengan Iming-Iming dunia - Di halaman ini akan kami sajikan referensi teks khutbah jum'at dengan judul Membangun Jiwa Dengan Iming-Iming dunia yang mana kami merasa yakin hal ini sangat lah penting di hingga kan kepada masyarat melihat begitu pentingnya hal ini untuk semua orang ketahui , nah untuk referensi khutbahnya bisa di simak di bawah ini.



الحمد لله. الحمد لله الذى علم الموجود بر حمته. وأفا ض على كل موجـود سـجال نعمـته. وعـم ا لأ نام ببحـر جـوده وكرامه. سبحان لا تحصى ثناء عليه . ان ا لا مر كله منه واليه . احمده سبحانه وتعالى وأشكره . وأتوب اليه وأستغفره . من جميع الذنوب والمآثم . واشهد ان لا اله إ لا الله وحده لا شر يك له. شهادة من امن با الله وملا ئكته وكـتبه ورسـله . واشـهد أن سيـدنا محـمدا ورسوله النبي الاواه. اللهـم صل علي سيدنا محــمد وعلى اله وأصحـابه الطّــيبـين ا لأ خيار. (أما بعد) فيا أيها الناس . إتّقوا الله بإتيان أوامر الله وا لا نتهآء عن المنكر . وسبحوا الله تسبيحا كثـيرا بالعشـى ولإبكـار . وميزوا الحق عن الباطل بالعلم والعقل وا لأ فكار.

Hadirin Sidang Ahli Jum'at Yang Di Muliakan Alloh

Dengan penuh keikhlasan , marilah kita sanjungkan rasa syukur kita kehadirat alloh swt yang telah senantiasa melimpahkan rahma dan , karunia serta nikmatnya yang tiada terhingga kepada kita , hingga kita tak akan bisa untuk menghitungnya meskipun memakai alat hitung yang canggih , dalam rangka membangun “jiwa , hati nurani dan perasaan kita”.

Disamping itu marilah kita pupuk dan pertebal keimanan dan ketaqwaan kita , rasa takut kita kepada Tuhan Swt. dengan melaksanakan apa yang telah menjadi perintah-Nya dan mencegah diri dari perkara-perkara mungkar yang telah menjadi larangan-Nya. Dengan memperbanyak bacaan Tasbih “Subhanallah Wal Hamdulillah Wa Laailaa Haillahaa Illallahu Wallahu Akbar , Laa Haula Walaa Quwwata Illah Billahil ‘Aliyyil ‘Adziim” , kita berharap timbul pencerahan jiwa dari hati nurani kita , sehingga kita dapat membenarkan segala perkara yang “Haq” dan membatalkan perkara yang “Bathil” dengan landasan al-qur'an , hadist , ilmu pengetahuan dan logika fikiran yang sehat dalam bingkai “Rasionalitas yang benar”.

Hadirin Sidang Ahli Jum'at Yang Di Muliakan Alloh

“Membangun Jiwa” pada hakekatnya yaitu merupakan prioritas yang semestinya kita dahulukan dari pada “Membangun Raga” atau “Badan” kita.  Wage Rudolf Supratman dalam lagu kebangsaan Indonesia Raya menyebutkan ;” Bangunlah jiwanya , bangunlah badannya , untuk Indonesia Raya !” begitulah antara lain , kita bangsa Indonesia selalu menyanyi. Dalam sudut pandang yang lain , jikalau kita tengok kembali lima tujuan prinsip dalam pencanangan syari’at Islamiyyah atau yang biasa disebut dengan “Maqaashid Al-Syari’ah Al-Khams” yaitu memelihara dan memperlihatkan pemberian – dalam arti yang luas terhadap agama , logika , jiwa , nasab , (keturunan) dan harta benda , juga mencerminkan betapa komponen-komponen yang secara lingkaran berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan lebih mendapat perhatian yang besar.

Namun entah mengapa , dan kapan mulainya , tiba-tiba saja kita dan bangsa Indonesia terkesan hanya mengurusi raga dan melupakan jiwa. Apakah karena terlalu populernya ‘semboyan olah raga’ “Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat” atau karena aksentuasi pembangunan kita yang terlalu bertumpu pada sektor ekonomi ? mari kita cari jawabannya bahu-membahu . . . !

Jika kita mengkalkulasi kesibukan dan aktifitas kita sehari-hari; berapa persenkah jatah untuk dan dalam rangka mengolah jiwa , bila kita bandingkan dengan prosentase bagi membangun dan memanjakan raga-raga kita ? lihatlah super-super market , pasar-pasar swalayan , restoran-restoran yang terus tumbuh dan berkembang dan selalu kita padati demi pemanjaan terhadap raga-raga kita. Saksikanlah pula iklan-iklan yang setiap dikala dijejalkan kerumah-rumah kita melalui telivisi , radio , majalah-majalah dan lain sebagainya , mulai dari rokok , segala jenis makanan dan minuman , banyak sekali jenis pakaian dan perumahan cantik , hingga segala macam alat kosmetika dan penyedap anyir tubuh , yang hampir semuanya menina bobokkan kita sehingga kita lupa untuk ngopeni kegersangan jiwa kita.

Hadirin Sidang Ahli Jum'at Yang Di Muliakan Alloh

Dari sinilah terbukti kiranya kebenaran Al-Qur'an yang menyebutkan bahwa “manusia” menurut penciptanya sendiri memang menyenangi kehidupan dunia dan cenderung mengabaikan akhirat. Sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur'an :

كلا بل تحبون العاجلة . وتذرون ا لأ خرة

Artinya : “Sekali-kali janganlah demikian , Sebanarnya kau (hai manusia) mencintai kehidupan dunia , dan meninggalkan kehidupan akherat” (QS. Al-Qiyamah : 20 dan 21)

Bahkan insan , menyerupai juga difirmankan penciptanya Tuhan Swt. terpedaya dan menganggap baik atas segala kesenangan mereka sendiri. sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 14 :

ز ين للناس حب الشهوات من النسآء والبنين والقناطيرالمقنطرة من الذهب والفضة والخيل المسومة وا لأ نعام والحرث. ذلك متاع الحياة الدنيا . والله عنده حسن المئاب.

Artinya : “Dijadikan cantik pada (pandangan) insan kecintaan kepada apa-apa yang diinginkannya yaitu : wanita-wanita , belum dewasa , harta yang banyak dari jenis emas , perak , (mas picis – rojobrono) , kuda atau kendaraan beroda empat pilihan , binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia , dan disisi Allahlah daerah kembali yang baik yakni (surga)”.

Semua sifat-sifat insan ini , ditambah lagi dengan “perangai-perangai dasar” insan menyerupai kecenderungan mereka untuk berlebih-lebihan , suka segera enak , egois , pelupa dan lain sebagainya membuat kecenderungan mereka untuk semata-mata menikmati kesenangan hidup di dunia menjadi semakin total , aktual dan mudah menjadi keniscayaan. Dan oleh balasannya , tidaklah heran jikalau kemudian yang terjadi adalah; budaya-budaya semacam matrealisme , konsumerisme , hedonisme dan lain sebagainya laku keras dan mendapat antusias lebih dikalangan makhluk yang berjulukan “manusia” ini.

Faham-faham inilah , yang percaya atau tidak menjadikan insan yang “Ahsani taqwim” ini menjadi lebih menyerupai hayawan ternak bahkan lebih rendah daripadanya. Naudzubillahimindzalika.... Sehingga tokoh-tokoh semacam Fir’aun cs , Qorun , Abu Jahal cs dan semisalnya menjadi idola-idola mereka. Fir’aun yang hingga mengaku menjadi Tuhan dan membunuhi rakyatnya , qorun yang juga memproklamirkan diri sebagai Tuhan karena kekayaannya yang dapat menghidupi pengikutnya , Abu Jahal , Abu Lahab dan kaum jahiliyah yang besar hati terhadap berhala dan harta benda , kaum ‘Ad , Tsamud kaum Sodom dan sebagainya yang besar kepala dan tak tahu aib , mereka semua seenaknya sendiri merampas hak orang lain , tega membunuh saudara sendiri , yang sudah terhormat masih juga nyolong , yang sudah kaya malah semakin serakah , yang dengan besar hati membabati dan mengeruk kekayaan negara , suami yang tak risih menjual istrinya , ibu tega menjual diri dan anaknya , mereka yang senang menjilat yang besar lengan berkuasa dan menginjak yang lemah dan seterusnya dan sebagainya , itu semua tidak lain yaitu karena akhir dan gara-gara mengikuti faham-faham di atas , dan memburu kesenangan-kesenangan duniawi.

Ketika kehidupan masyarakat kita sudah sedemikian adanya , maka patutlah kiranya kita menyadari bahwa bekerjsama kehidupan dunia ini hanyalah permainan belaka dan sesuatu yang melalaikan , pemanis dan bermegah-megahan serta berbangga-banggaan perihal banyaknya harta dan anak. Dan kitapun tahu bahwa kehidupan dunia ini tidaklah lain hanyalah kesenangan yang menipu , dan diakherat nanti ada adzab yang keras.

Hadirin Yang Di Muliakan Alloh

Bagi umat Rasulillah Saw , yang mengimani hari simpulan dan memandang dunia ini hanyalah “Mazratul Akhirah” (tempat menanam kebaikan akherat) , haruslah menyadari bahwa kecenderungan dari dalam diri dan gebyar iming-iming dari luar yang menunjangnya yaitu merupakan fitnah , ujian dan cobaan.

Tinggal kita besar lengan berkuasa menghadapi cobaan itu atau tidak , bisa lulus ujian atau tidak , itu semua tentunya sangat tergantung pada sejauhmana kesanggupan dan kemampuan kita untuk mengendalikan faktor-faktor kecenderungan dan kuatnya godaan dari “dalam” atau pengaruh kemilau dari “luar”. Kunci suksesnya yaitu terletak pada keberhasilan kita dalam melaksanakan “olah jiwa” secara terpadu dan kompatibel atau harmonis. Yaach . . . paling tidak kita dapat mengimbangi banyak sekali kecenderungan tersebut dengan “Hasanah fil akherat”.
Sehubungan dengan hal itu , ketika kita mengulang-ulang do’a paten “sapu jagad” kita :

ربنا اتنافى الدنيا حسنة و فى ا لأ خرة حسنة وقنا عذاب النار

Kitapun sadar , bahwa bekerjsama kita sedang memohon kesenangan di dunia dan kesenangan diakherat. Tetapi kitapun harus tahu , bahwa bekerjsama “Hasanah fid dunya” yang sering kita artikan dengan bahagia , sejahtera dan senang sesenang-senangnya di dunia , belum tentu merupakan sarana untuk memperoleh “Hasanah fil akhirah” , karena , tentunya tidak bisa disebut “Hasanah fid dunya” jikalau menimbulkan “Sayyi’ah fil akherat” kesengsaraan dihari kemudian. Kaprikornus do’a ampuh itu , paling tidak menurut saya , justru untuk menangkal kecenderungan “semata-mata” menikmati kesenangan hidup di dunia. Walllahu A’lam bis shawab . .. . .Mudah-udahan kita senantiasa diberi taufiq , dan hidayah oleh Alloh SWT. , sehingga kita berkemampuan untuk menangkal segala godaan baik yang muncul dari dalam diri kita sendiri maupun dari luar. Amin-Amin yaa rabbal ‘Alamin.

Untuk Lanjutan khutbah keduanya bisa di lihat di halaman kami yang lainnya karena kami telah menyajikan pada artikel sebelumnya

Itulah ulasan yang bisa kami sajikan perihal Contoh Teks Khutbah Jum'at Pilihan mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kita semua , dari kami mohon maaf yang sebesar-besarnya jikalau ada kesalannya.

Khutbah jumat | Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw

Khutbah jumat | Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw - Marupakan pembahasan kali ini yang mana kami akan membahas seputar ihwal peringatan kelahiran nabi muhammad saw mudah-mudahan apa yang kami bahas ini mampu membawa manfaat bagi kita semua , dan kami juga yakin apa yang di bahas kali ini sangatlah penting untuk kita ketahui isinya melihat nabi muhammad sebagai rosul yang terakhir yang membawa agama yang tepat yaitu agama islam , nah untuk rujukan teks khutbahnya mampu di simak di bawah ini.

Contoh teks khutbah jumat ihwal perayaan nabi muhammad saw.

ان الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور انفسنا ومن سيأت أعمالنا من يهده الله فلامضل له ومن يضلله فلاهادي له , أشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده و رسوله. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه أجمعين , أما بعد. فياعباد الله
أوصيكم ونفسى بتقوى الله�وقد قال الله تعالى فى القرأن الكريم قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Hadirin Ahli Jum'at Yang Di Muliakan Alloh
Pada kesempatan yang mulia , melalui mimbar khotbah ini , saya berpesan pada diri saya sendiri khususnya dan kepada para jamaah sekalian umumnya , marilah kita terus-menerus meningkatkan ketaqwaan kita kepada Tuhan Swt. karena Taqwa dalam arti yang gotong royong , yaitu dengan melaksanakan perintah Tuhan serta meningkatkan semua larangan-larangannya. Juga taqwa dalam arti taat serta patuh terhadap semua ketentuan yang telah diisyaratkan Tuhan Swt. Dalam agama islam. Dengan begitu , mudah-mudahan kita menerima kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Hadirin Ahli Jum'at Yang Di Muliakan Alloh
Nabi Muhammad Saw. Merupakan utusan Tuhan yang terkhir dengan membawa agama Islam , sebagai agama yang tepat kebenarannya , yang membenarkan dan menyempurnakan agama-agama yang di bawah oleh utusan Tuhan sebelumnya , semoga dijadikan pegangan oleh para hamba-Nya dalam perjalanan hidup menuju keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Muhammad Saw. Sebagai utusan Tuhan yang terkhir , mengemban amanah suci , sebagai wujud kasatmata dari sifat Rahman dan Rahim Tuhan terhadap para hambanya. Bahkan merupakan penyempurna dari semua kenikmatan yang telah diberikannya kepada sekalian penghuni alam.
Tuhan Swt. Berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

"dan tiadalah kami mengutus kau , melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam." (QS. Al-Anbiya':107)

Dari ayat diatas kita dapat mengambil pengertian dari ayat tersebut bahwa Muhammad Saw. Adalah insan kamil (manusia sempurna) yang pada dirinya terletak untaian mutiara pesan tersirat sebagai obor penerang dalam hidup dan kehidupan sekalian penghuni alam , yang mengeluarkan insan dari gelap gulita kekafiran menuju cahaya kebenaran , yaitu dinul islam yang diridai Tuhan Swt.kehadiran ia yakni sebagai juru selamat yang mengantar kepada kebahagiaan yang lahir dan batin , dunia akhirat.

Oleh alasannya yakni itu , menyebut dan memperingati kehadiran ia menjadi sebuah keniscayaan bagi orang tau terimakasih dan berbelas budi. Hari dan bulan kelahiran baliau harus kita peringati sebagai titik awal bagi peningkatan pengabdian kepada Tuhan sebagai Dzat yang telah menyempurnakan semua kenikmatannya.

Hadirin Ahli Jum'at Yang Di Muliakan Alloh
Saat ini kita telah kembali memasuki bulan Rabiul Awal , bulan dimana ummat Islam diseluruh penjuru dunia merayakan hari kelahiran atau Maulid Nabi besar Muhammad Saw. Yang tepat jatuhnya pada tanggal 12 Robiul Awal tahun 53 sebelum hijrah. Disamping sebagai hari kelahiran Rasulullah , tanggal 12 Rabiul Awal gotong royong juga mempunyai nilai sejarah lain yang juga patut diperingati oleh ummat Islam. Pada tanggal tersebut Rasulullah melaksanakan hijrahnya dari Mekkah ke Madinah , dan pada tanggal itu pula ,Rasulullah tutup usia (wafat) untuk menghadap kehadiranAllah Saw.

Banyak nilai sejarah yang terkandung dalam 12 Rabiul Awal yang patut diperingati , hanya saja , diantara beberapa peristiwa besar itu yang biasa diperingati kaum muslimin yakni hari kelahiran Rasulullah yang terkenal dngan istilah peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw , dan telah menjadi tradisi Umat Islam semenjak dulu hingga sekarang , walaupun dengan cara dan bentuk yang berbeda-beda , namun tetap dalam konteks dan semangat yang sama yaitu mencintai dan meneladani Rasulullah Saw.

Hadirin Ahli Jum'at Yang Di Muliakan Alloh
Nabi Muhammad Saw. Dilahirkan di kota Mekkah dari seorang ibu yang berjulukan Aminah dan seorang ayah yang berjulukan Abdullah yang telah meninggal dunia sebelum kelahiran beliau. Masa kecilnya , ia disusui oleh Tsuwaibah , seorang budak perempua milik Abu Lahab yang lantas memerdekakan lantaran memberi kabar bangga kepadanya atas kelahiran beliau. Menurut suatu dongeng , Abu Lahab pernah ditanya , "Bagaimana keadaanmu?" ia menjawab , "aku di neraka , hanya saja gue diberi keringanan siksa setiap malam senin dan gue mampu menghisap air dari ujung kedua jariku. Semua ini berkat gue memerdekakan Tsuwaibah budakku ketika ia memberiku kabar bangga atas kelahiran Nabi dan lantaran susuannya kepada beliau."

Berpijak dari dongeng diatas , Ibnu Jauzari berpendapat bawa jikalau Abu Lahab yang nyata-nyat telah kafir , bahkan Al-Qur'an telah menetapkan sebagai orang yang celaka , masih diberi tanggapan berupa keringanan siksa setiap malam senin lantaran kegembiraannya atas kelahirannya Rasulullah , lalu bagaimana dengan orang islam yang tidak menyekutukan Tuhan dan merasa bangga atas kelahirannya Rasulullah dan mau menyerahkan apa yang dimilikinya demi kecintaan kepada Rasul? Kiranya , tanggapan Tuhan Swt. Lebih patut ialah surga , kawasan kenikmatan yang abadi. Itulah diantara keagungan dari memperngati Maulid Nabi Muhammad Saw.

Pringatan maulid Nabi Saw. Akan menjadi lebih baik bila kita mau mencontoh peringatan yang diadakan oleh para ulama terdahulu , yaitu dengan menyelenggarakan suatu program yang islami , bederma menyantuni fakir miskin dan bawah umur yatim , serta menampakkan perasaan bahagia atas kelahiran ia dan mengikuti segala ajarannya , menyelenggarakan pengajian dan ceramah-ceramah agama.

Hadirin Ahli Jum'at Yang Di Muliakan Alloh
Bentuk-bentuk lain yang berupa kemaksiatan dan kemungkaran dalam memperingati maulid Nabi Saw. Harus dijauhi dan ditinggalkan. Karena peringatan dalam bentuk itu tidak lagi di perbolehkan dan haram hukumnya. Seperti misalnya pentas music yang tidak islami , berjoget yang membangkitkan nafsu , mabuk-mabukan , bercampurnya laki-aki dan perempuan yang bukan hak dan mahramnya , berjudi dan lain-lin. Semua itu merupakan bentuk kemungkaran dan kemaksiatan yang dilarang oleh agama. Menyumbangkan dana untuk keperluan kegiatan tersebut juga dilarang , alasannya yakni hal itu termasuk membantu terselenggaranya kemaksiatan.
Tuhan Swt berfirman:

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Artinya : "Dan janganlah kalian tolong-menolong atas perbuatan dosa dan permusuhan." (QS. Al-Maidah:2)

emperingati maulid Nabi Saw. Dengan disertai kemaksiatan dan kemngkaran merupakan sebuah kenifakan yang sangat kontradiktif dengan tujuan asalnya. Hal itu sama dengan menampakkan sesuatu yang tidak sesuai dengan isinya , lahirnya memperingati kelahian Rasulullah dengan rasa cinta dan pengagungan ia , namun isinya berbentuk perbuatan yang dibenci dan dilarang oleh beliau. Maka , hal ini dapat pula disebut sebagai menyalahi etika atau su'ul adab terhadap Rasul atau bahkan termasuk bentuk penghinaan yang menyakiti beliau. Karena penghinaan bukan hanya berupa ucapan , namun juga mampu ber bentuk perbuatan yang tidak sesuai atau berlawanan dengan pemikiran islam yang dibawa beliau. Bagi yang melaksanakan deikian , menerima laknat Tuhan Swt dan diancam dengan siksaan yang menghinakan. Pehatikanlah firman Tuhan Swt. berikut ini:

إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُّهِينًا

Artinya:
"sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Tuhan dan Rasul-Nya , maka Tuhan akan melaknati mereka dan menyediakan bagi mereka siksa yang menghinakan." (QS. Al-Ahzab:57)

Hadirin Ahli Jum'at Yang Di Muliakan Alloh
Apabila kita mengakui banar-benar sebagai umat Muhammad Saw. Senantiasa taat dan tunduk akan syariat dan ajarannya , maka dalam kesempatan memperingati hari-hari bersejarah bagi beiau lebih dahulu hendaklah kita niatkan sebagai bukti syukur atas anugrah Tuhan yang telah menyampaikan jalan keselamatan melalui utusan-Nya; juga hendaklah kita niatkan sebagai penghormatan atas kecintaan kepada ia , dengan tujuan semoga lebih benyak lagi memperoleh suri teladan dari dongeng usaha ia untuk kita terapkan dalam perjalanan hidup kita sehari-hari dan semoga menerima syafa'at beliau.

Marilah kita jadikan bulan kelahiran nabi Muhammad Saw. Ini sebagai tolak peningkatan acara kesalehan dan pengabdian yang benar kepada Tuhan Swt. Dengan cara inilah kita akan memperoleh kesepakatan Tuhan yang berupa kebahagiaan dunia darul abadi dan terhindar dari bahaya siksa-Nya yang amat pedih.
Akhirnya , sebagai penutup khotbah ini kami mengajak saudara-saudara untuk senatiasa menaati Nabi Muhammad Saw. Sebagai utusan Tuhan yang terakhir yang pemikiran dan syariatnya berlaku hingga simpulan zaman.

Degan menaati pemikiran Nabi Muhammad Saw. Berarti kita telah menaati Tuhan dan Rasul-Nya dan terpelihara diri kita dari kesesatan. Tuhan Swt. berfirman:


مَّنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللّهَ وَمَن تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا

Artinya:
"Barang siapa yang menaati Rasul itu , sesungguhnya ia telah menaati Allah. Dan barang siapa yang berpaling dari (ketentuan itu) , maka kami tidak mengutusmu untuk menjadi pelihara bagi mereka." (QS. An-Nisa':80)

Hadirin Ahli Jum'at Yang Di Muliakan Alloh
Barbahagialah orang-orang yang mencintai Tuhan dan Rasulnya dengan mengikuti ia , sehingga Tuhan mengasihi dan mengampuni dosa-dosa mereka , dan kelak mampu berkumpul bersama ia di surga. Amin.

Khutbah Ke 2

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى
وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

Nah itulah ulasan kami ihwal khutbah jumat yang membahas seputar perayaan maulid nabi muhammad saw , semoga apa yang kami bahas ini banyak manfaatnya dan menjadi sebuah pengetahuan bagi anda para teman pembaca semua.

Khutbah Jum'at Bahasa Sunda | Ujian Dari Tuhan Swt

Khutbah Jum'at Bahasa Sunda | Ujian Dari Tuhan Swt - Assalamualaiqum warohmatullohi wabarokaatuh , alhamdullih pada kesempatan kali kami masih di beri kesehatan untuk mampu menulis sebuah pola teks khutbah jum'at dalam bahasa sunda lengkap dan singkat yang berjudul ujian dari allah swt mudah-mudahan apa yang akan kami tulis ini mampu bermanfaat untuk kalian yang sedang mencarinya.

kami yakin pembahasan kali ini sangat bermanfaat dan perlu di sampaikan kepada masyarakat khususnya buat khotib yang sedang khutbah mengingat pembahasan ini akan menjadi peringatan bagi seluruh insan untuk senantiasa mengingat alloh swt , oke untuk pola teks khutbahnya mampu di simak di bawah ini.

Khutbah Jum'at Bahasa Sunda | Ujian Dari Tuhan Swt

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ
، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
والصَّلاةُ والسَّلامُ عَلى حَبِيبِنا و شَفِيْعِنا مُحمَّدٍ سَيِّدِ المُرْسلين و إمامِ المهتَدين و قائِدِ المجاهدين وعلى آله وصحبه أجمعين
أما بعد
فياأيها المسلمون أوصيكم وإياي بتقوى الله عز وجل والتَّمَسُّكِ بهذا الدِّين تَمَسُّكًا قَوِيًّا
فقال الله تعالى في كتابه الكريم
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًاوَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Sadaya Puji kagungan Alloh Rabbul Izzati. kusabab kitu Hayu urang sadaya manjatkeun syukur ka mantena. Sabab kulantaran qudrat sareng iradatna , alhamdulillah urang sadayana masih dipaparinan umur anu panjang , masih tyasa ngaraoskan juatan dugika ka dinten iyeu , nyaeta dinten Jum'at anu pinuh ku kamuliaan sareng ka istimewaan.

Shalawat sinareng salamna mugia salamina tetep dilimpahkeun ka jungjunan urang sadaya panutan sakabeh umat , nyaeta Kanjeng Nabi Muhammad SAW , Oge teu hilap ka sadaya kulawargina , ka para para Sahabatna-sahabatna , sareng ka sadaya umatna unu tumut ka mantena dugikeun ka simpulan zaman.

Henteu aya anu langkung sae dina kasempatan Jum'at anu ieu kecuali urang saling nasehatan dina wasiat ku taqwa , khususna kanggo diri simkuring eksklusif salaku khotib sareng umumna kasadaya jama'ah , hayu urang sami-sami ningkatken ka Taqwaan ka Alloh SWT , sabab ku lantaran kataqwaan anu sabener-benerna. Nyaeta kujalan , ngalaksanakeun sagala rupi anu diparentahkeun ku Alloh SWT , sareng nebihan sagala rupi anu dilarang-Na.

Para Hadirin Sidang Jumat anu di muliakn ku alloh

sadaya jalmi tangtosna pasti ngagaduhan kahayang , ngagaduhan harapan jeung rencana. Nanging henteu satiap kahayang , satiap harapan , jeung henteu satiap rencana urang tiasa kahontal ku urang.
Terkadang urang mikahayang hiji perkara anu menurut urang sae , tapi ternyata anu datangna perkara anu lain , anu ku urang teu dipikaresep.

Lebah dieu urang ditungtut kudu sadar bahwa eta mangrupikeun salah sahiji ujian ti Tuhan SWT. Jeung urang kedah uninga , bahwa henteu satiap anu dipikahayang ku urang selalu sae dina pandangan Alloh SWT , mungkin wae bakal ngajadikeun kacilakaan atawa ngajadikeun kamadlorotan ka diri urang.

Mungkin wae perkara anu datang ka urang bari henteu dipikaresep , eta leuwih hade keur urang mungguh Alloh. Tuhan langkung uninga kana naon anu dibutuhkeun ku urang dina satiap waktu , nyaeta anu ku Alloh dipasihkeun ka urang.

QS Al-Baqoroh; 216

وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّـهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Boleh jadi kau membenci sesuatu , padahal ia amat baik bagimu , dan boleh jadi (pula) kau menyukai sesuatu , padahal ia amat buruk bagimu; Tuhan mengetahui , sedang kau tidak mengetahui.

Makara dimana hiji waktu urang ngusahakeun hiji perkara , terus dibarengan ku ngadoa ka Alloh , bari dibarengan ku kayakinan yen Alloh bakal ngabulkeun kana doa urang , tapi anu datang ternyata henteu sesuai jeung anu dipenta ku urang. Eta lain harti Alloh henteu ngabulkeun , tapi Alloh ningali kana naon anu sabenerna dibutuhkeun ku urang.

Contona lamun urang nyaah ka anak , sagala anu diusahakeun ku urang eta pasti keur kapentingan anak , sedengkeun anak the umurna karek 5 taun , lamun eta anak menta duit keur jajan 10 ,000 pasti moal dibere sanajan aya. Tapi dimana eta anak geus manjing umur 17 taun , tong boro 10 ,000 , menta 100 ,000 ge dibikeun. eta sababna urang sebagai ndeso ngabogaan alesan anu teu kudu dibejakeun ka anak.

Nyakitu deui Alloh oge ngagaduhan belakang layar anu urang henteu apal , naon sababna Alloh henteu masihan naon anu dipenta ku urang.

أَلاَيَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِير

Apakah Tuhan Yang menciptakan itu tidak mengetahui ? dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?” (QS. Al Mulk: 14)

Tapi terkadang urang salaku manusa sok goreng sangka ka Alloh , naha beut kiyeu , naha beut kitu ? , menta senang malah susah , menta naek gajih malah dipecat , menta naek jabatan malah turun , menta kakayaan malah jadi miskin. Eta mangrupakeun salah sahiji ujian kaimanan keur satiap jalma ,

QS. Al ankabut; 2

أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Apakah insan itu menerka bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman" , sedang mereka tidak diuji lagi?

Makara dimana hiji jalma menta kebaikan keur dirina , terkadang eta jalma sok diuji heula ku Alloh , nyakitu deui dimana hiji jalma dek ditingkatkeun darajatna ku Alloh , maka eta jalma bakal diuji heula ku mangrupa-rupa bentuk ujian. naha eta jalma the bakal tetep berpengaruh dina kepercayaan ka Alloh , atawa bakal melemah , naha tetep bakal menta ka Alloh atawa bakal putus asa jeung euren ngadoana ?

Maka sing saha jalma anu lulus tina ujian , eta jalma bakal ditingkatkeun darajatna Henteu saeutik jalma anu tadina rajin sholat , leket ka masjid , rajin ibadah , tiba-tiba jadi ngedul , ninggalkeun sholat jeung ninggalkneun ibadah. Eta tandana jalma henteu lulus tina ujian. Maka dimana henteu lulus tina ujian , moal naek kelas , nyakitu deui darajatna tetep didinya. Dawuhan Rasululloh

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَاوَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dengan besarnya ujian. bergotong-royong , apabila Tuhan mencintai suatu kaum , maka Dia mengujinya. Siapa yang ridha dengan ujian itu , maka ia akan menerima keridhaan-Nya. Siapa yang membenci ujian itu , maka ia akan menerima kemurkaan-Nya. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)


Para Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah Ari ujian Alloh the sanes ngan saukur petaka wungkul tapi seueur pisan bentukna , tiasa wae gering ku panyakit , kasusahan , kacilakaan , Kamiskinan , pangkat , jabatan , kapingpinan , kakuasaan , popularitas , bahkan kakayaan jeung kasenangan oge mangrupikeun ujian , Abdurrahman bin Auf kantos ngagambarkeun beuratna ujian anu ngajadikeun seueur jalmi henteu lulus tina eta ujian ,

ابْتُلِينَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِالضَّرَّاءِ فَصَبَرْنَا ثُمَّ ابْتُلِينَا بِالسَّرَّاءِ بَعْدَهُ فَلَمْ نَصْبِرْ

Kami diuji dengan kesusahan-kesusahan (ketika) bersama Rasulullah SAW dan kami dapat bersabar. Kemudian kami diuji dengan kesenangan-kesenangan setelah dia wafat , dan kami pun tidak dapat bersabar. (HR. Tirmidzi)

Dumasar eta hadits , tiasa ku urang kauninga , bahwa ternyata kakayaan jeung kasenangan teh sanes ukuran hiji jalma dimuliakeun ku Alloh , tapi mangrupikeun ujian keur eta jalma. Naha eta jalma teh tambah getol ibadahna atanapi jadi ngedul ? Henteu sauetik jalma anu nalika diuji ku kamiskinan , eta jalma mampu sabar.

Tapi sawaktu dibere kakayaan jeung kasenangan , eta jalma poho ka Alloh. Singkatna naon wae anu perkara menimpa ka jalma muslim , dipikaresep atawa teu dipikaresep , senang atawa susah , boh kakayaan atawa kamiskinan , eta sadayana mangrupikeun ujian ti Alloh. jeung aya anu lulus aya nu henteu.

Para Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah

Selain sebagai ujian dimana urang ditimpa kasusahan jeung kasulitan bertubi-tubi , bari terus-terusan dina waktu anu panjang , urang oge perlu muhasabah , ngaji kana diri bilih aya hiji dosa anu ngajadikeun doa-doa urang henteu diijabah ku Alloh , diantawisna 10 dosa besar anu ngajadikeun jalma susah;

1. Dosa Syirik , nyaeta menyekutukan Alloh
2. Ninggalkeun kawajiban Shalat
3. Durhaka ka indung bapa
4. Zina
5. Rizqi anu Haram atanapi Nuang katuangan anu diharamkeun
6. Mabok atanapi minum khamar / minuman keras
7. Megatkeun Silaturrahim , diantawisna goreng jeung dulur , goreng jeung tatangga jeung sajabina.
8. Bohong atanapi kasaksian palsu atanapi Sumpah Palsu atanapi komitmen palsu sapertos Nadzar anu teu dilaksanakeun sareng sajabina
9. Kikir atanapi pelit , tara ngaluarkeun zakat jeung sedekah
10. Ghibah atanapi ngomongkeun kagorengan batur

Tah eta rupina 10 dosa besar anu ku urang kudu dijadikeun muhasabah dina diri urang. Terkadang jalmi terhindar tina sebagian dosa anu tadi , tapi henteu terhindar tinu lainna , sahingga eta jalma doana henteu ditarima ku Alloh. Maka eta jalma kudu tobat ka Alloh ku Taubatan nasuha , nyaeta tobat anu bener-bener kaduhung jeung moal ngalakukeun deui eta dosa.

Tapi lamun urang henteu rumasa ngalakukeun 10 dosa besar anu tadi , tapi urang masih keneh aya dina kasusahan , eta hartosna urang keur diuji. Maka kudu dihadapi kalayan tabah jeung pasrah diri.

QS Al-baqoroh; 45

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

Jadikanlah tabah dan shalat sebagai penolongmu. Dan bergotong-royong yang demikian itu sungguh berat , kecuali bagi orang-orang yang khusyu'

فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ

Ujian itu akan selalu menimpa seorang hamba hingga Tuhan membiarkannya berjalan di atas bumi dengan tidak memiliki dosa. (HR. Tirmidzi dan An-Nasai)

Mudah-mudahan urang salamina terhindar tina rupi-rupi dosa besar anu ngajadikeun hirup urang aya dina kasusahan , jeung doa urang henteu ditarima ku Alloh , jeung mudah-mudahan urang dipaparinan kakiatan sareng kasabaran dina narima ujian ti Alloh SW. Aamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْانِ الْعَظِيْمِ , وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ

Khutbah Ke Dua

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وسَلّمْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ. اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْمًا. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَانًا صَادِقًا ذَاكِرًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا مُنِيْبًا، وَعَمَلاً صَالِحًا زَاكِيًا، وَعِلْمًا نَافِعًا رَافِعًا، وَإِيْمَانًا رَاسِخًا ثَابِتًا، وَيَقِيْنًا صَادِقًا خَالِصًا، وَرِزْقًا حَلاَلاًَ طَيِّبًا وَاسِعًا، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِاْلإِيمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاَّ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَحِيمٌ رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ :إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Itulah Salah satu dari pola teks DI SINI.

Khutbah Jum'at Singkat Terbaru Bahasa Sunda | Jenis-jenis Ujian Dari Alloh

Khutbah Jum'at Bahasa Sunda | Jenis_jenis Ujian Dari Alloh - Khubah jum'at dalam bahasa sunda khusus kami sajikan untuk anda yang sedang mencari kumpulan khutbah ini. di sini kami sajikan khutbah secara lengkap , singkat dan pilihan , oleh alasannya yaitu itu alangkah baiknya bagi anda para khotib untuk membawakan khutbah ini dikala anda menjadi khotib sholat jumat karen kami sangat yakin khutbah ini akan sangat bermanfaat bagi para jamaah jumat.

Khutbah Jum'at Bahasa Sunda | Jenis-jenis Ujian Dari Alloh

Khutbah Pertama

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ ب الله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ
، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
والصَّلاةُ والسَّلامُ عَلى حَبِيبِنا و شَفِيْعِنا مُحمَّدٍ سَيِّدِ المُرْسلين و إمامِ المهتَدين و قائِدِ المجاهدين وعلى آله وصحبه أجمعين
أما بعد
فياأيها المسلمون أوصيكم وإياي بتقوى الله عز وجل والتَّمَسُّكِ بهذا الدِّين تَمَسُّكًا قَوِيًّا
فقال الله تعالى في كتابه الكريم
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًاوَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Sadaya puji kagungan Tuhan Rabbul 'Alamiin. Urang sadaya manjatkeun rasa Syukur ka Manten-Na , nyuhunkeun pitulung , sareng pangampunana-Na .
Oge urang nyuhunkeun santunan tina sagala rupi kajahatan anu aya dina diri , sareng tina kalemahan amal-amal urang.
Sing saha jalma anu dipaparinan petunjuk maka moal aya anu tiasa nyesatkeun , jeung sing saha jalmi anu di sesatkeun , maka moal aya petunjuk keur eta jalma

Urang sadaya nyaksi kana yen saestuna henteu aya deui Pangeran anu wajib di sembah anging Tuhan anu sahiji Dzat-Na sareng henteu aya nu ngarencangan ka Manten-Na
Sareng urang sadaya nyaksi kana yen saestuna Kangjeng Nabi Muhammad SAW , eta Hamba Tuhan sareng Rosul-Na anu di kuatkeun ku pirang-pirang ayat sareng pirang-pirang mukjizat.

Shalawat sinareng salam mugia salamina tetep dilimpahkeun ka Jungjunan urang sadayana , Kangjeng Nabi Muhammad SAW Oge ka kulawargina , ka para sahabatna , sareng ka sadaya pengikutna dugikeun ka Akhir zaman.

Dina Kasempatan jumat ieu simkuring salaku khatib diparentahkeun kanggo ngadugikeun wasiat taqwa , khususna ka diri simkuring langsung oge umumna ka sadayana kaum mukminin. Hayu urang sami-sami Taqwa ka Tuhan SWT kalayan kataqwaan anu sabener-benerna.
Jeung urang ulah maot kecuali aya dina islam

Para Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah
Sababaraha perkara anu pasti datang ka satiap jalma salami hirup di alam dunia nyaeta perkara ujian.
Ujian iyeu pasti datang ka satiap jalma secara bergantian bari henteu pilih-pilih.
Ujian iyeu tiasa mangrupakeun Kasusahan , tiasa mangrupakeun bencana alam , oge tiasa mangrupakeun kasenangan.

Iyeu mangrupikeun Sunnatullah , katetapan Tuhan anu pasti terjadi ka satiap jalma.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ اْلأَمْوَالِ وَاْلأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu , dengan sedikit ketakutan , kelaparan , kekurangan harta , jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah isu besar hati kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah: 155)

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّىٰ نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنكُمْ وَالصَّابِرِ‌ينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَ‌كُمْ
Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kau biar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kau , dan biar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu. (QS Muhammad [47]: 31).

Kacida salah lamun jalma nganggap yen hamba Tuhan anu paling shaleh teh jauh tina ujian. malahan sabalikna jalma shaleh ujianana leuwih beurat tibatan jalma biasa.
Rasulullah SAW ngadawuh dina salah sahiji hadits anu diriwayatkeun ku Imam At-Tirmidzi ti Sa’id bin Abi Waqqash nalika tumaros ka Rasulullah:

يَا رَسُولَ اللهِ، أَيُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً؟ قَالَ: اْلأَنْبِيَاءُ ثُمَّ اْلأَمْثَلُ فَاْلأَمْثَلُ، فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ، فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ، وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِيَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ

“Wahai Rasulullah , siapakah orang yang paling berat ujiannya?” Rasulullah ngawaler: “Para Nabi. Kemudian yang semisalnya (orang-orang mulia). Kemudian yang semisalnya (orang-orang mulia). Seseorang akan diuji sesuai kadar keimanannya. Siapa yang imannya besar lengan berkuasa , maka ujiannya pun berat , dan siapa yang imannya lemah maka ujiannya diadaptasi dengan kadar imannya.

Di sagigireun eta , cobaan atawa ujian anu keuna ka hiji jalma teh mangrupikeun salah sahiji tanda yen Tuhan mikacinta ka eta jalma.
sakumaha dawuhan Rasulullah SAW:

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ، وَإِنَّ اللهَ تَعَالَى إِذَا أَحَبَّ قَوْماً ابْتَلاَهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَي، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ
“Sesungguhnya besarnya pahala tergantung besarnya cobaan , dan Tuhan apabila mencintai suatu kaum , maka Tuhan akan menguji mereka. Barang siapa yang ridha , maka ia akan menerima keridhaan-Nya dan barang siapa yang kesal terhadapnya , maka ia akan menerima kemurkaan-Nya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi , Tirmidzi menghasankannya)

Nyakitu deui lamun Tuhan dek ngahampura hiji jalma , maka Tuhan bakal nguji ka eta jalma ku rupa-rupa ujian sabagai penebus dosa , sanajan ujian leutik
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ngadawuh:

مَا مِنْ مُصِيبَةٍ تُصِيبُ الْمُسْلِمَ إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا عَنْهُ ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا
“Tidaklah suatu bencana alam menimpa seorang muslim , melainkan Tuhan akan menggugurkan dosa-dosanya , meskipun hanya terkena duri.” (HR. Bukhari)

Ku kituna urang salaku umat Islam ditungtut kudu sadar jeung nyiapkeun diri kanggo nyanghareupan perkara ujian eta. ujian mampu datang ku mangrupakeun harta banda , jeung kasenangan , oge mampu datang ku mangrupakeun kasusahan.

Para Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah
Harta dunia anu di paparinkeun ku Tuhan ka hiji jalma , sanes ukuran yen eta jalma dimuliakeun ku Alloh , Nyakitu deui kamiskinan jeung kasusahan hiji jalma lain harti eta jalma dihinakeun ku Tuhan ,
إن أكرمكم عند الله أتقاكم
“ sesungguhnya insan yang paling mulia disisi allah adlah yang paling bertaqwa diantara kalian.(QS. Al-hujurat : 13
Patali sareng ayat iyeu , Rasulullah SAW ngadawuh dina salah sahiji hadits anu di riwayatkeun ku Abu Hurairah ra;

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَال : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: ((إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ)). رواه مسلم
Dari Abu Hurairah ia berkata , Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Tuhan tidak melihat kepada rupa kalian dan harta kalian akan tetapi Dia melihat kepada hati-hati kalian dan perbuatan-perbutan kalian.” (HR. Muslim)

Henteu sauetik jalma anu nalika diuji ku kakayaan ngarasa dirina paling dimuliakeun ku Tuhan , sahingga nganggap jalma lain leuwih rendah , nyakitu deui jalma anu diuji ku kamiskinan ngarasa dirina dihinakeun ku Allah.
sakumaha dijelaskeun sifat-sifat jalma sapertos kiyeu dina Al-Quran;

فَأَمَّا الْإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَ‌بُّهُ فَأَكْرَ‌مَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَ‌بِّي أَكْرَ‌مَنِ
"Adapun insan apabila Tuhannya mengujinya lalu beliau dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan , maka beliau akan berkata: "Tuhanku telah memuliakanku". (QS. Al-Fajr 89;15)

وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ‌ عَلَيْهِ رِ‌زْقَهُ فَيَقُولُ رَ‌بِّي أَهَانَنِ
"Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka beliau berkata: "Tuhanku menghinakanku".(QS. Al-Fajr 89;16)
كَلَّا
Sekali-kali tidak (demikian) ,
بَل لَّا تُكْرِ‌مُونَ الْيَتِيمَ
bahwasanya kau tidak memuliakan anak yatim , (QS. Al-Fajr 89;17)

Ayat eta kacida jelasna nerangkeun yen sifat jalma teh dimana diuji kasenangan ngarasa hirupna dimuliakeun , jeung nalika diuji ku kasusahan ngarasa dihinkeun.

Para Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah.
Kaprikornus satiap jalma mukmin pasti bakal diuji ku Alloh ku mangrupa-rupa bentuk ujian , sing saha jalma anu lulus tina salah sahiji ujian , maka eta jalma bakal ditingkatkeun darajatna ku Tuhan sababaraha tingkatan.
Jalma beunghar diuji ku kabeungharanana , jalma miskin diuji ku kamiskinana , pejabat diuji ku jabatanana , pamingpin diuji ku kapamingpinana , tegesna satiap jalma diuji dina masing-masing tempatna.

أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
Apakah insan itu menduga bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman" , sedang mereka tidak diuji lagi? (QS. Al ankabut; 2)

Sabalikna , lamun hiji jalma di paparinan kaluasan harta dunia , tapi eta jalma tetep loba ngalakukeun maksiat , maka saestuna jalma anu kitu kaasup kana istidraj (penangguhan azdab Allah). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ngadawuh:

اِذَا رَأَيْتَ اللهَ يُعْطِى الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا عَلىَ مَعَاصِيْهِ مَا يُحِبُّ فَإِنَّمَا هُوَ اسْتِدْرَاجٌ ثُمَّ تَلاَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم “فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ….الاية.
“Apabila kau melihat Tuhan menunjukkan kenikmatan dunia yang disenangi kepada seorang hamba padahal ia berada di atas maksiat , maka bahwasanya hal itu yaitu istidraj” ,

ثُمَّ تَلاَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم
kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan ayat: (QS.Al An’aam: 44).

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ….الاية
”Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka , Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka , Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong , maka dikala itu mereka bengong berputus asa. (HR. Ahmad dengan isnad yang jayyid , Shahihul Jami’ no. 561)

Para Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah
Aya sababaraha bentuk ujian dina kahirupan anu peryogi kauninga ku satiap jalma mukmin , diantawisna ,

Kahiji Ujian dina mentaati Parentah Allah.
Mentaati parentah Tuhan mangrupikeun salah sahiji ujian keur satiap jalma mukmin saperti parentah Shalat , zakat , puasa , munggah haji , jeung parentah parentah lainna dina nanjeurkeun agama Islam.

Kadua Ujian ngajauhan larangan Allah.
Tuhan ngalarang banyak sekali bentuk kamaksiatan jeung kadzaliman , saperti mabok , judi , zina , mencuri , membunuh , korupsi , sombong , ujub , ria , takabbur jeung larangan-larangan lainna.

Katilu Ujian ku mangrupa bencana alam ,
Satiap jalma pasti bakal keuna ku ujian banyak sekali bentuk kamusibahan
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَ‌اتِ ۗ وَبَشِّرِالصَّابِرِ‌ينَ
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu , dengan sedikit ketakutan , kelaparan , kekurangan harta , jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah isu besar hati kepada orang-orang yang sabar. (QS Al-Baqarah [2]: 155)

Kaopat Ujian ku kanikmatan ,
Kanikmatan mangrupikeun salah sahiji ujian keur satiap jalmi sakumaha anu dijelaskeun ku Tuhan dina Al-Qur'an
إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْ‌ضِ زِينَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
Sesungguhnya Kami telah menyebabkan apa yang di bumi sebagai pelengkap baginya , biar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. (QS Al-Kahfi 18: 7)

Kalima Ujian ku mangrupakeun kadzaliman kana diri ti jalma-jalma kafir , musyrik , munafik , dengki , hasud , jeung lain-laina.

Saterasna kagenep ujian dina lingkungan keluarga sapertos ajal anggota keluarga , anak , suami , istri , jeung bentuk ujian lain dina rumah tangga.

Bentuk ujian anu katujuh nyaeta dina perkawis lingkungan saperti tetangga , pergaulan , daerah perjuangan jeung sanes-sanesna.
Eta diantawisna rupi-rupi ujian anu perlu dipahami ku satiap jalma mukmin , anu hikmahna dimana urang apal kana bentuk-bentuk ujian eta , maka urang selalu mawas diri jeung tawadlu
Nalika keuna ku ujian eta urang sadar , sahingga urang ngagantungkeun diri ka Allah

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْ‌ضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَ‌أَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّـهِ يَسِيرٌ‌
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu yaitu mudah bagi Allah. (QS. Al-Hadid 57;22)

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِين
Jadikanlah tabah dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat , kecuali bagi orang-orang yang khusyu' , (QS= Al-baqoroh; 45)

فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ
Ujian itu akan selalu menimpa seorang hamba hingga Tuhan membiarkannya berjalan di atas bumi dengan tidak memiliki dosa. (HR. Tirmidzi dan An-Nasai , dishahihkan Al-Albani)

Mudah-mudahan urang sadayana termasuk kana golongan jalmi-jalmi shaleh anu senantiasa bersyukur nalika diuji ku kasenangan , jeung selalu bersabar nalika diuji ku kasusahan.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ بِ الْقُرْانِ الْعَظِيْمِ , وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ

KHUTBAH KADUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وسَلّمْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ. اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْمًا. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَانًا صَادِقًا ذَاكِرًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا مُنِيْبًا، وَعَمَلاً صَالِحًا زَاكِيًا، وَعِلْمًا نَافِعًا رَافِعًا، وَإِيْمَانًا رَاسِخًا ثَابِتًا، وَيَقِيْنًا صَادِقًا خَالِصًا، وَرِزْقًا حَلاَلاًَ طَيِّبًا وَاسِعًا، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِاْلإِيمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاَّ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَحِيمٌ رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْراً كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ :إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Nah itulah pambahasan kali ini wacana DI SINI.

Contoh Khutbah Idul Fitri Pilihan Terbaik Terbaru Singkat Padat Yang Sedih Menyentuh Hati

Contoh Khutbah Idul Fitri Pilihan Terbaik Terbaru Singkat Padat Yang Sedih Menyentuh Hati - Bismillahirrohmanirrohim , segala puji hanya milik alloh swt. Alhamdullilah ketika ini kita semua masih di beri kesempatan untuk mampu mencicipi bagai mana keagungannya bulan ramadhan , semoga semua amal ibadah kita yang di laksanakan selama sebulan penuh di terima di sisi alloh swt , amiin ya allh ya roobal alamin.

Pada kesempatan ini kami akan coba membagikan sebuah Contoh Khutbah Idul Fitri Pilihan Terbaik Terbaru Singkat Padat Yang Sedih Menyentuh Hati , barang kali di antara kita ada yang sedang membutuhkan sebuah referensi untuk di jadikan materi di hari raya idul fitri. Sebagaimana yang kita ketahui khutbah idul fitri berbeda dengan khutbah jum'at , yang mana pada hari raya idul fitri di lakukan setelah selesai melaksanakan shalat ied sedang jikalau pada shalat jumat di laksanakan sebelum shalat.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر، لا إله إلا الله الله أكبر ولله الحمد

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ كَتَبَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ الصِّيَامَ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ، وَأَنْزَلَ فِيْهِ الُقُرْانَ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنْ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ الله وَحْـدَهُ لاَ شَـرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُـوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَّلِّ وسلم عَلَى هَذَا النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَأَصْـحَابِهِ ومَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى اخِرِ الزَّمَانِ، أما بعد: فَيَا مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ الله، أُوصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَا اللهَ فَقْدْ فَازَ الْـمُتَّقُوْنَ. وَقَدْ قـَالَ اللهُ تَعاَلَى فِي الْـقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ::

Setelah kita semua selesai melaksanakan puasa ramadhan selama sebulan penuh yang di sertai ibadah-ibadah lainnya , hal itu mengandung arti bahwa sebenarnya kita pun telah lulus melaksanakan latihan rohani , hal tersebut akan membuahkan hasil yang akan menyebabkan keimanan kita semakin berpengaruh dan merupakan suatu sarana untuk melatih jasmani semoga lebih terbiasa sehat.

Jika seandainya kita cermati baik , bawha sebenarnya ibadah puasa kita selama bulan ramadhan merupakan suatu hakikat yang di antaranya adalah :

1. Merupakan suatu pembuktian atas kuatnya keimanan orang-orang yang berpuasa , sampai-sampai mereka rela menahan lapar seharian , menahan dahaga , menahan rasa cape , meskipun begitu mereka tidak pernah berhenti membaca al-qur'an serta hal-hal yang lainnya. Sebaliknya jikalau keimanan orang tersebut lemah , maka mampu saja di depan orang-orang mereka mengaku puasa padahal ketika di rumah sendiri atau di kawasan sepi dia makan seenaknya , minum se enaknya serta hal-hal yang melanggar puasanya. Oleh karena itu , benar dengan apa yang di dawuhkan allh swt dalam hadist qudsi yang berbunyi

الصوم فإنه لي وأنا أجزي به

sebenarnya puasa itu untuk-Ku (benar atau tidaknya puasa hanya alloh yang tahu) dan Aku akan membalasnya dengan itu.

2. Puasa merupakan suatu sarana untuk melatih batin , memperbaiki akhak serta kebijaksanaan pekerti setiap kaum muslim , baik itu dari mengumbar amarah , melajur hawa napsu , ucapan tingkah laku dan yang lain sebagainya , serta melatih semoga mereka mampu disiplin terhadap segala peraturan , baik itu waktu ketika makan minum , dan hal yang lainnya , yang mana hal tersebut telah di tentukan waktunya. Serta mampu menghargai waktu tidak pernah berani korupsi dalam waktu , meski sedetik pun terutama ketika menyangkut dilema ibadah.

Selanjutnya kita itu di perintah oleh alloh swt , semoga kita mampu hidup terbiasa menahan diri dari hal-hal duniawi , semoga hal tersebut mampu membenahi dilema kehidupan , terutama kaum fakir dan miskin supaya orang kaya tidak merasa dia kaya karena dalam puasa semuanya sama , begitu juga oorang miskin tidak merasa dia miskin karena orang kaya pun sama menahan lapar , jikalau hal tersebut tidak ada maka yakin akan mampu menyebabkan kekacauna atau keributan di tengah-tengah masyarakat yang alhasil terjadi perampokan , ada nya maling , peperangan serta hal yang lainnya , Maka sangat pas jikalau puasa ini di jadikan sebagai sarana penyeimbang anatara yang miskin dan yang kaya.

Sebagaimana dalam sebuah hadist di katakan :

"Sesungguhnya kefakiran itu mendekatkan terhadap ke kufuran"

Sebab biasanya , ketika seseorang banyak di landa kesusahan baik itu karena tidak cukup dalam hal perekonmian atau hal yang lainnya maka hati dan pikirannya gelap , sehingga dirinya akan terdorong melaksanakan hal-hal yang melnggar norma-norma agama , akan lupa pada kebenaran karena kemiskinan melanda kepadanya , meskipun begitu tidak sedikit pula rang kaya , yang karena kekayaannya itu lupa terhadap jati dirinya sebagai hamba alloh sehingga semakin hari dia semakin haus akan kekayaan sehingga segala cara pun di halalkan. Oleh karena itu

Allohu Akhbar , Allohu Akhbar , Allohu Akhbar

Pada malam dan hari raya idul fitri , seluruh umat muslim di seluruh dunia di sunatkan untuk mengumandangkan takhbir , yang mana bertujuan untuk mengangungkan nama alloh swt karena tiada yang maha agung kecuali ia , yang mana keagunganya tidak ada bandingannya. Ke agungan insan hanya ketika dia mempunyai pangkat , kepintaran dan ke kayaan yang mana kesemuanya itu juga milik alloh , alloh maha kuasa yang patut kita agungkan setiap saat.

Selanjutnya di pagi hari idul fitri kita juga di sunatkan untuk melaksanakan sholat ied atau shalat idul fitri yang mana shalat tersebut di akhiri dengan berjabat tangan yang merupakan dari simbol kita saling memaafkan atas segala dosa yang pernah di lakukan sesama manusia.

Allohu Akhbar , Allohu Akhbar , Allohu Akhbar

Maka jikalau umat muslim telah melaksanakan segala peribadan selama bulan ramadhan yang di akhiri dengan shalat idul fitri di hari lebaran maka mampu di katakan diri mereka idu fitri atau kembali suci , putih , bersih menyerupai bayi. dalam arti mereka kembai menyerupai setelah mereka di lahirkan yang tidak mempunyai dosa sama sekali.

Allohu Akhbar , Allohu Akhbar , Allohu Akhbar
Hadirin kaum muslimin roohimakumullooh

Seandainya jikalau kita mampu memahami serta mencermati arti dari puasa , zakat fitar dan hal-hal lainnya selama bulan ramadhan hingga hari ini maka semua itu mampu kita ambil kesimpulan bahwa semua itu merupakan suatu pembelajaran serta pelatihan mental batin yang begitu sangat besar , yang bertujuan semoga kita mampu benar-benar lebih serius lagi dalam hal peribadahan ka alloh swt.

Allohu Akhbar , Allohu Akhbar , Allohu Akhbar

Mungkin hanya itu saja khutbah idul fitri kali ini , semooga kita semua mampu mengabil pesan yang tersirat dari semua yang kami sampaikan tadi.

Nah itulah rujukan dari khutbah idul fitri yang mampu kami tulis kali ini , semoga mampu bermanfaat bagi kalian yang membutuhkan. mohon maaf atas keterbatasan dalam pembahasannya , juga mohon maaf atas segala penyampaiannya yang banyak kesalah.

Contoh Teks Khutbah Jum'at Tentang Maulid Nabi Muhammad Saw Singkat Padat Terbaru 2016

Khutbah 1 Pertama

إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ.
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًى
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا *
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللهَ وَ اْليَوْمَ اْلاَخِرَ وَ ذَكَرَ اللهَ كَثِيْرًا.

Contoh Teks Khutbah Jum'at Tentang Maulid Nabi Muhammad Saw Singkat Padat Terbaru 2016 - Pertama-tama marilah kita memuji kepada rabb yang berhaq terhadap puji , shalawat beserta salam kita curahkan kepada baginda rosul saw yang telah membawa umatnya pada jalan lurus yang di ridhoi allah swt yaitu islam , tak lupa juga kepada keluarganya , para shabatnya , dan umat-umatnya yang selalu taat terhadap ajaran-ajarannya hingga yaumul qiyyamah.

Hadirin hebat jumat yang di muliakan allah

Selama kurang lebh dari 570 tahun sejak di angkatna nabi as , oleh allah swt. Seluruh umat insan di alam dunia ini berada dalam kerusakan dalam banyak sekali hal mulai dari agamanya , keamanannya , perekonomiannya hingga akhlaknya dan lain sebagainya , sehinga umat jaman tersebut di kategorikan sebagai umat jahiliyyah. Kenapa di namakan mirip itu ? karena orang-orang pada zaman tersebut beada dalam jajahan hawa napsunya , tidak ada pendoman hidup yang di jadikan pegangan kecuali menuruti hawa napsunya masing-masing , sehingga dengan begitu banyak sekali hal yang keluar dari norma-norma pun terjad mulai dari terjadinya penganiayaan hingga banyak sekali macam pertengkaran , hukum yang ada pada ketika tersebut ialah hukum rimba , siapa yang besar lengan berkuasa dia yang berkasa.

Contoh Teks Khutbah Jum'at Tentang Maulid Nabi Muhammad Saw Singkat Padat Terbaru 2016

Perlu kita ingat , bahwa ketika kekacauan sudah merajalela hingga puncaknya , dimana jeritan hati rakyat kecil sudah terdengan di segala penjuru bumi , penindasan-penindasan dari orang yang berkuasa sudah tidak terhentikan lagi , banyak sekali kedzoliman telah merajalela di banyak sekali titik. Maka ketika hal tersebut sudah terjadi , maka allah akan mengutus seorang hamba untuk menghancurkan hal tersebut , dan menolong orang-orang yang terdzolimi. Begitu juga ketika pada ketika jaman jahiliyah tersebut , allah mengutus hambanya nabi muhammad saw dengan tugasnya berupa keadilan dan kesejahteraan , sebagai mana terdapat dalam surat al-baqarah ayat 151.

كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ

Kama arsalna fiikum rosuulan minkum yatluu 'alaikum aayaatinaa wayujakiikum wayu'allimukumul kitaaba wal hikmata wayu'allimukum maa lam takuunuu ta'lamuun.

Artinya : Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kau yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kau dan mensucikan kau dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah , serta mengajarkan kepada kau apa yang belum kau ketahui.

1. Untuk memberikan ayat-ayat allah (al-qur'an).

2. Membersihkan (meluruskan) lahir dan batinnya umat insan yaitu dari ke musyrikan ke jalan ketauhidan , Dari sifat saling aniaya ke saling mengasihi , Dari kemegkaran ke jalan taubat , serta mengajak insan ke pada jalan halal yang di ridhoi allah dan lain sebagainya.

3. Untuk mengajarkan , atau memberi tahu umat insan pada isi-isi ayat allah yang mencakup dengan ilmu-ilmu keduniaan hingga ke akhiratan.

4. Mengajarkan insan ihwal ilmu pesan yang tersirat , supaya bisa benar dalam setiap tingkah dan laku.

5. Mengajarkan banyak sekali ilmu yang insan belum ketahui.

Para Hadirin Ahli Jum'at

Sungguh berat sekali tugasnya kanjeng nabi muhammad saw di utus ke alam dunia ini , dia di tuntut oleh allah untuk memberantas kaum musyrik supaya menjadi umat yang bertauhid , memberantas kaum yang berdzolim supaya menjadi umat yang hidup rukun , tentram dan hening , menghilangkan penganiaayaan orang-orang yang merasa besar lengan berkuasa dan dari penguasa kepada rakyatnya. Memberantas sosial ekonomi
yang bersipat kapitalis kepada sosial ekonomi islamiyah yang adil , sama rata dan menumbuhkan sikap rasa kasih sayang kepada fakir miskin dan lain sebagainya.

Sangat berat peran kanjeng nabi muhammad saw utus kedunia ini , namun dengan izin allah swt , hanya membutuhkan waktu 23 tahun bisa menghasilkan sebuah kekuatan islam yang begitu besar , Sehingga pada ketika tersebut kebudayaan bangsa arab yang di plopori oleh baginda nabi terkenal ke seluruh penjuru dunia bahkan hingga sekarang.

Dengan begitu tidaklah heran kalau baginda nabi , di akui oleh seluruh peminpin dunia , bahwa dia menjadi salah seorang peminpin umat yang paling di unggulkan , menjadi peminpin tersukses dalam menjalankan tugasnya. Yang mana dia bisa membangun masyarakat yang tadinya jahiliyah , berada di bawah keterpurukan , kemungkaran , mundur dalam segala bidang , menjadi masyarakat maju , cerdas dalam segala bidang , sopan santun , bahkan dari sisi hukum dia menjadi sang maha guru se alam jagat ini. Bukan hanya satu negara yang dia urus melainkan seluruh dunia ini hanya dalam waktu singkat dia sukses mengambalikan segalanya , sebagai mana yang kita rasakan sekarang ini merupakan hasil dari usaha dia sekarang ini , kalau di ibaratkan pendekar , dia bukan sekedar pendekar nasional tetapi internasional.

Lalu cara apa yang baginda nabi terapkan selama mengemban tugasnya sehingga menjadi sukses.

1. Beliau selalu terdepan dalam memberi referensi untuk beribadah kepada allah swt dan mencontohkan bagai mana berakhlak yang baik. Dalam arti dia selalu menerapkan "bekerja dulu lalu berbicara" , hal ini berbeda dengan peminpin-peminpin jaman sekarang yang mana hanya berbicara tanpa bekerja.

2. Beliau mengedapankan pendidikan mental kerohanian kepada masyarakatnya dengan ketauhidan

3. Memberantas atau menghilangkan sifat kebangsaan yang sempit , yang tumbuh dari beda turunan , pangkat , martabat , dan kekayaan. di mana semua insan ini ialah sama di hadapan allah , yang membedakan hanyalah ketaqwaannya.

4. Mengganti sifat feodal dengan sifat demokratis dan sebagainya.

Para Hadirin Ahli Jum'at yang di berkahi allah

Dalam rangka menyambut hari lahir sareng usaha baginda nabi muhammad saw , mari kita semua sama-sama untuk meningkatkan ketaqwaan kepda allah swt dan meningkatkan dkwah islamiyah kepada seluruh jajaran masyarakat sebagai mana yang telah baginda nabi ajarkan. Tuhan swt berfirman (QS-AL Imran Ayat 31).

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Qul ingkuntum tuhibbuuna-lloha fattabi'uuni yuhbibkumullohu.

Artinya : Katakanlah "Jika kau (benar-benar) mencintai Tuhan , ikutilah gua , niscaya Tuhan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Tuhan Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Perlu kita ketahui bersama , bahwa baginda nabi muhammad saw itu menjadi :

1. Oran Yang paling mulai di antar semua makhluk , semua nabi dan seluruh rosul

2. Menjadi nabi dan rosul penutup

3. Di berikan ke wenangan oleh allah swt untuk Membela (memberi syafaat) kepada seluruh umatnya di dunia dan alam abadi , bahkan syafaatul udzma yang merupakan safaat paling agung nanti di arah-arah mahsyar.

Salah satu cara supaya kita bisa menerima syafaat nanti yaitu dengan memperbanyak membaca shalawat , dalam sebuah hadist riwayat ibnu asakir :

اَكــْــثِرُوا الصَّلا َة َعَلــَيَّ فــَإ ِنَّ صَلا َتــَكــُمْ عَلــَيَّ مَغْـفِرَة ٌلِـذُنــُوْبــِكــُمْ وَاطْـلــُــبُوْا ِلى الدَّرَجَة َوَالْـوَسِيْلــَة

Aksirus-solaata 'alayya fainna solatakum 'ala maghfirotun lidunuubikum watlubuu lii darojata walwasilata fainna wasilati 'indza robbii syafa'atul-lakum

Artinya : Perbanyaklah baca-an sholawat kepadaku; karena sebetulnya bacaan sholawatmu kepadaku itu merupakan maghfiroh atas dosa-dosa kau sekalian , dan carilah kedudukan dan wasilah kepadak.

Perlu di ketahui juga , bahwa ketika kita membaca shalawat dengan khusu , maka antara ruh kita dan kanjeneg nabi akan saling berkaitan sebagai mana yang telah di riwayat kan oleh debu daud.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعْنَا بِمَا فِيْهِ مِنَ البَيَانِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ المُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ

Itulah khutbah jum'at ihwal maulid nabi semoga bisa bermanfaat bagi kita semua , mohon maaf atas segala keterbatasannya.

Contoh Teks Khutbah Jum'at Bulan Safar Singkat Terbaru Tentang Menjaga Amanat

Contoh Teks Khutbah Jum'at Bulan Safar Singkat Terbaru - Khutbah pada shalat jum'at , menjadi salah satu rukun yang harus di tunaikan dan di laksanakan oleh imam atau orang yang di tunjuk untuk mewakilinya. Jika pada jum'at tidak ada khutbah , maka tidak sah shalatnya.

Berbeda dengan khutbah dua hari raya , pada sholat jum'at ini khutbah di laksanakan sebelum melaksanakan shalat sedangkan di hari raya di kerjakan setalahnya , namun keduanya tersebut memiliki persamaan yaitu terdapat khutbah pertama dan kedua. Nah maka dari itu kami di sini akan sedikit membuatkan kepada anda , barang kali ada yang sedang mencari acuan khutbah jum'at di bulan safar ini.

Banyak sekali orang yang menganggap bahwa safar ini termasuk bulan sial , sehingga di antaranya ada yang mempercayai tidak di perbolehkan menikah , tidak indah untuk di jadikan bulan hajatan , dan banyak lagi pandangan-pandangan lainnya. Hal ini di bantah oleh sebuah hadist yang artinya.

Contoh Teks Khutbah Jum'at Bulan Safar Singkat Terbaru Tentang Menjaga Amanat

“Tidak ada wabah dan tidak ada keburukan binatang terbang dan tiada kesialan bulan Safar dan larilah (jauhkan diri) daripada penyakit kusta sebagaimana kau melarikan diri dari seekor singa” (HR. Bukhari).

Di dalam islam semua bulan itu indah , tidak ada bulan sial , yang membuat bulan itu sial yaitu tingkah laku insan itu sendiri , jadi anggapan-anggapan yang tidak masuk logika tersebut di bantah oleh hadist di atas. Nah untuk khutbah jum'at singkat selengkapnya silahkan di cermati di bawah ini.

Khutbah 1 Pertama

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَآأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ

Hadirin Ahli Jum'at Yang Di Berkahi Allah

Mengawali khutbah jum'at pada kesempatan yang mulia ini , saya berpesan kepada para jamaah sekalian , khususnya kepada diri saya sendiri , marilah kita terus menerus meningkatkan kepercayaan dan taqwa kepada allah swt , dengan selalu mentaati dan menunaikan segala yang di perintahkan dan menjauhi segala yang di larang olehnya , dengan penuh kesadaran , kesabaran dan keikhlasan hati sebab allah semata. Dengan demikian mudah-mudahan kita termasuk ke dalam golongan hambanya yang beruntung , selamat dan bahagia di dunia , utamanya di akhirat.

Hadirin Ahli Jum'at Yang Di Berkahi Allah

Ketika allah menunjukkan amanat kepada langit , bumi dan gunung-gunung , semuanya tidak bersedia sebab merasa khawatir akan menghianatinya , tetapi kemudian amanat itu di terima oleh manusia.

Firman Tuhan swt:

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

Inna 'arodnaal amaanata 'alaas-samaawaati walardhi waljibaali faabaina ayyahmilnahaa wa asyfaqna minhaa wahamalahaal insaanu innahu kaana dholuumanjahuulan.

Artinya : Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit , bumi dan gunung-gunung , maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan menghianatinya , dan di pikullah amanat itu oleh insan , bekerjsama insan itu amat zalim dan amat udik (QS.Al-Ahzab:72).

Sebagai orang yang beriman , kita berkewajiban menjaga dan memelihara amanat dengan yang sebaik-baiknya , menjaga amanat merupakan sifat para malaikat muqarrabin , para nabi dan rosul serta menjadi ciri khas orang-orang yang baik dan bertaqwa.

Tuhan Swt Berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

innal-llaha ya ,murukum an tuaddul amaanaati ilaa ahlihaa wa idaa hakamtum bainan-naasi antahkumu bil'adli innalloha ni'immaa ya'idhukum bihi innallaha kaana syamii'an basiira

Artinya : Sesungguhnya allah menyuruh kau memberikan amanat kepada yang berhaq menerimanya dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara insan supaya kau menetapkan dengan adil , bekerjsama allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu , bekerjsama allah maha mendengar lagi maha melihat.(QS.An-Nisa:58)

Hadirin Ahli Jum'at Yang Di Berkahi Allah

Menurut para jago tafsir ayat tersebut mengandung banyak hal dari pokok-pokok syari'at agama. Ayat tersebut bersifat umum mengenai seluruh orang mukallaf baik yang menjabat sebagai penguasa maupun yang tidak , yakni menjadi kewajiban bagi penguasa untuk melaksanakan pembelaan dan berlaku adil terhadap orang yang teraniaya dan menjelaskan hak-haknya , yang demikian itu yakni amanat. Menjaga harta kaum muslimin , terutama harta anak yatim. Para ulama berkewajiban mengajarkan hukum-hukum agama kepada insan secara umum , ini juga merupakan amanat yang harus di jaga oleh mereka dan menjadi prioritas utama yang harus di tunaikan. Orang renta berkewajiban menjaga anaknya dengan memberikan pendidikan sebaik-baiknya , ini yakni amanat baginya.

Semua itu merupakan amanat yang harus di tunaikan dengan yang sebaik-baiknya , sebab kelak akan di mintai pertanggung jawabannya. Nabi saw pernah bersabda yang artinya:

"Dari ibnu umar ra , ia berkata , saya pernah mendengar rosululloh saw bersabda , Kamu semua yakni pemimpin yang akan di mintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya , imam yakni pemimpin yang akan di mintai pertanggungjawabannya atas rakyat yang di pimpinnya , orang laki-laki (suami) adaah pemimpin bagi keluarganya , ia akan di mintai pertanggung tanggapan atas kepemimpinannya. Istri yakni pemimpin di dalam rumah suaminya ia akan di mintai pertanggung tanggapan atas epemimpinannya. Pelayan yakni pemimpin (menjaga) harta majikannya , ia akan di mintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya , Dan kau semua yakni pemimpin dan akan di mintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya (Muttafaq alaih).

Dalam hadist lain nabi saw bersabda:

لا دِينَ لِمَنْ لا عَهْدَ لَهُ وَلا إِيمَانَ لِمَنْ لا أَمَانَةَ لَهُ

Laa diina liman laa 'ahda lahu wa laa iimaana liman laa amanata lahu

Artinya : Tidak ada agama bagi yang tidak menepati akad , dan tidak ada kepercayaan bagi yang tidak mempunyai amanat “ (HR Ahmad , hadist shahih)

Pada hari tamat zaman kelak , setap orang akan di datangkan di hadapan allah swt , kemudian allah swt berfirman "apakah kau telah memberikan amanat si fulan? Dia menjawab: "Tidak Ya Tuhanku." Maka allah memerintahkan kepada seorang malaikat memegang tangannya dan menyeretnya ke neraka jahanam. Lalu matanya di perlihatkan terhadap amanat yang ada di jurang neraka jahanam. Maka ia turun hendak mengambil amanat itu selama 70 tahun , sehingga ia hingga kedalam jurang itu. Kemudian ia naik kembali dengan membawa amanat itu , sesampainya di atas , kakinya terpeleset sehingga ia jatuh ke dalam lagi , ia naik lagi dan jatuh lagi , begitu seterusnya , hingga belas kasih yang kuasa berkenen menghampirinya , melalui syafaat nabi terpilih muhammad saw , Sampai kesudahannya si pemilik amanat tersebut merelakannya.

Rosululloh saw juga bersabda: "Umatku akan senantiasa dalam kebaikan , selama tidak memandang amanat sebagai keuntungan dan sedekah sebagai kerugian.

Hadirin Ahli Jum'at Yang Di Berkahi Allah

Demikianlah khutbah yang dapat saya sampaikan , mudah-mudahan kita tergolong orang yang dapat amanat dengan yang sebaik-baiknya dan mendapatkan ridha allah swt , bahagia hidup baik di dunia , utamanya di darul abadi , Amin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْم،أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم

Khutbah Ke 2 Dua

اَلْحَمْدُ لله عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِه، وَأَشهَدُ أَن لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِه، وأَشهدُ أنَّ نَبِيَّنَا مُحمَّدًا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ اَلدَّاعِي إِلى رِضْوَانِه، أَمَّا بَعْدُ :
فَيَا عَبَادَ الله، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلاَ تَـمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون:
ثُمَّ صَلُّوا وَسَلِّمُوا عَلَى الْهَادِي الْبَشِيْر، وَالسِّرَاجِ الْـــمُنِيْر، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَاحِبَ الْفَضْلِ الْكَبِيْر. فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ: ﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً﴾
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إنَّكَ حَمِيْدٌ مَـجِيْد، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْـخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْن، أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيّ، وَعَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعَيْن، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِمَنـِّكَ وَكَرِمِكَ يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْن .
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإسَلَامَ وَالْـمُسْلِمِيْن وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْـمُشْرِكِيْن .
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. والْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Itulah di antara khutbah jum'at di bulan safar ini wacana menjaga amanah , untuk acuan lainnya mampu anda lihat di khutbah jum'at maulid nabi dan lain sebagainya , biar bermanfaat , meskipun pambahasannya sangat singkat dan padat.